1. Profil PT KAI
  2. Visi, Misi, Logo, dan Budaya Perusahaan
  3. Struktur Organisasi
  4. Alamat Kantor Pusat dan Kantor Cabang
  5. Tujuan, Sasaran, dan Strategi Perusahaan

    Tujuan
    Sesuai yang tertuang Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) tahun 2020-2024 PT KAI, tujuan strategis perusahaan adalah sebagai berikut:

    1. Meningkatkan pangsa pasar
      Memperluas layanan kereta api perkotaan guna memenuhi permintaan transportasi massal, meningkatkan mobilitas, dan mengurangi kemacetan dengan menghadirkan sektor perkeretaapian di kota-kota terpadat di Indonesia. Oleh karena itu, ke depannya KAI bertujuan untuk berkontribusi dalam meningkatkan pangsa pasar untuk moda kereta api dengan menjadi pilihan transportasi terdepan di Indonesia. Hal ini dapat dicapai melalui peningkatan layanan dan program investasi.
    2. Meningkatkan nilai manfaat uang (value for money)
      Sebagai agen pembangunan dan sebagai bisnis, KAI ingin memaksimalkan dampak dari setiap rupiah yang dikeluarkan dalam investasinya sehingga membawa manfaat bagi bangsa tanpa mengesampingkan keuntungan. Nilai manfaat uang untuk pelanggan dapat ditingkatkan melalui penyediaan layanan dengan good value, sedangkan nilai manfaat uang untuk pemerintah dapat ditingkatkan melalui pelaksanaan proyek-proyek dengan dampak ekonomi yang tinggi terkait dengan subsidi dan penyertaan ekuitas.
    3. Transformasi kualitas layanan dan keamanan
      KAI bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan dan keamanan dengan mengedepankan prinsip customer centricity karena kualitas layanan dan keamanan tertanam di dalam nilai-nilai utama KAI. Hal ini sangat penting untuk menyesuaikan produk dan layanan dalam menempatkan pelanggan sebagai fokus utama dari pengembangan sumber daya manusia, proses dan teknologi KAI untukmengoptimalkan pengalaman pelanggan. Selain itu, KAI akan terus berupaya untuk mencapai kinerja keselamatan yang tinggi setiap tahun, di mana tidak adanya kecelakaan yang terjadi untuk mendapatkan kepercayaan publik.
    4. Mewujudkan keberlanjutan finansial
      KAI akan mempertahankan dan mencapai keberlanjutan finansial di mana KAI mampu memenuhi kebutuhan keuangan untuk sumber daya dan kewajibannya, hal ini diharapkan dapat dicapai baik oleh pertumbuhan pada top dan bottom line.
    5. Tercapainya sinergi (termasuk sinergi antar BUMN)
      Sebagaimana diamanatkan oleh Kementerian BUMN, KAI akan terus memperkuat sinergi dalam meningkatkan efisiensi dan dalam mengoptimalkan modal yang disuntikkan pada BUMN dengan menghasilkan nilai tambah melalui kemitraan atau kolaborasi dengan BUMN lain tanpa mengesampingkan kualitas layanan.

    Sasaran
    Dalam menjalankan aktivitas bisnisnya, perusahaan memiliki visi dan misi yang merupakan alat untuk memberikan panduan, pengawasan, dan tantangan bagi organisasi perusahaan dalam merealisasikan tujuan-tujuan bisnisnya, baik pada waktu sekarang maupun di masa mendatang. Untuk pencapaian visi dan misi tersebut, manajemen menetapkan sasaran perusahaan yang merupakan acuan bagi setiap unit kerja baik pada tingkatan manajerial maupun operasional. Mengingat bahwa sasaran perusahaan ini masih bersifat umum, maka diperlukan adanya penjelasan yang lebih spesifik lagi dalam bentuk program strategi setiap bidang (fungsional).
    Secara umum, sasaran perusahaan dapat dijabarkan sebagai berikut:

    1. Mewujudkan jaringan dan layanan perkeretaapian yang mampu meningkatkan pangsa pasar angkutan kereta api sesuai dengan target penyelenggaraan perkeretaapian nasional;
    2. Mewujudkan peningkatan keamanan dan keselamatan perkeretaapian dengan indikator menurunnya rasio gangguan keamanan serta menurunnya tingkat kecelakaan;
    3. Mewujudkan penguasaan teknologi perkeretaapian dengan mengurangi ketergantungan teknologi sarana dan prasarana perkeretaapian, peningkatan kandungan lokal dan peningkatan daya saing industri dalam negeri;
    4. Mewujudkan sumber daya manusia regulator dan operator (penyelenggara prasarana dan penyelenggara sarana) perkeretaapian yang profesional dan kompeten;
    5. Mewujudkan penyelenggaraan perkeretaapian yang multioperator, terpisah antara layanan kereta api perkotaan dan layanan kereta api antar kota serta wilayah operasi berdasarkan wilayah pulau (regional);
    6. Mewujudkan pendanaan perkeretaapian yang kuat dengan dukungan investasi swasta;
    7. Mengembangkan usaha properti dengan komersialisasi di wilayah sekitar dan terhubung dengan stasiun besar.

    Strategi Perusahaan
    Pedoman penerapan strategi yang sesuai dengan RJPP tahun 2020-2024 PT KAI untuk masing-masing aspek adalah sebagai berikut:

    1. Customer Centricity
    2. Peningkatan teknologi
    3. Manajemen pemangku kepentingan yang proaktif
    4. SDMO - Angkutan Penumpang (intercity dan kereta bandara)
    5. SDMO - Angkutan barang
    6. Manajemen dan perencanaan aset
    7. Pengembangan, pembiayaan dan pelaksanaan proyek
    8. Pengembangan talenta pegawai dan budaya
    9. Pengembangan parenting strategy untuk anak perusahaan


  6. Bidang Usaha

    Bidang usaha utama perusahaan, meliputi:

    1. Penyelenggaraan prasarana perkeretaapian yang meliputi pembangunan, pengoperasian, perawatan, dan pengusahaan prasarana perkeretaapian
    2. Penyelenggaraan sarana perkeretaapian yan meliputi pengadaan, pengoperasian, perawatan dan pengusahaan sarana perkeretaapian
    3. Usaha jasa pembangunan, pengadaan, pengoperasian dan perawatan prasarana dan sarana perkeretaapian milik pihak lain
    4. Usaha jasa perdagangan peralatan perkeretaapian
    5. Usaha jasa konsultasi perkeretaapian, termasuk jasa konsultasi bidang pengadaan barang dan jasa perkeretaapian
    6. Usaha jasa pendidikan dan pelatihan di bidang perkeretaapian
    7. Usaha angkutan pra dan purna angkutan kereta api intermoda dan bongkar muat
    8. Usaha jasa penjualan tiket di bidang transportasi barang dan penumpang
    9. Usaha pendidikan dan pelatihan di bidang perkeretaapian.

    Selain kegiatan usaha utama, perusahaan dapat melakukan kegiatan usaha dalam rangka optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki untuk:

    1. Usaha properti dan perniagaan meliputi perhotelan, perkantoran, apartemen, pertokoan, restoran, terminal terpadu, pusat perbelanjaan terpadu, pergudangan dan logistik;
    2. Penyediaan prasarana telekomunikasi, transfer data, multimedia, jasa telematika, prasarana distribusi bahan cair dan gas, stasiun pengisian bahan bakar umum/khusus;
    3. Usaha percetakan dan periklanan;
    4. Usaha kesehatan dan pelayanan medis;
    5. Pemanfaatan tanah, ruang, bangunan dan fasilitas;
    6. Usaha penunjang pariwisata dan sarana olahraga, usaha ekstraktif dan;
    7. Pemanfaatan dana pada instrumen pasar uang dan atau pasar modal yang memberi keuntungan dengan memenuhi ketentuan peraturan perundangan.

    Jasa yang dihasilkan oleh KAI meliputi 7 bidang, diantaranya sebagai berikut:

    1. Angkutan penumpang menggunakan kereta api, yang mencakup angkutan rute jarak jauh, jarak menengah, dan jarak pendek. Untuk jasa angkutan penumpang jarak jauh dibagi menjadi angkutan penumpang kelas eksekutif, bisnis, dan ekonomi. Angkutan komuter di wilayah Jabodetabek dan KA Bandara termasuk jasa angkutan penumpang yang dikelola oleh anak perusahaan KAI;
    2. Angkutan barang menggunakan kereta api, yang mencakup angkutan peti kemas, batu bara, parsel, barang curah, dan barang jenis lain;
    3. Pengusahaan aset seperti pengusahaan aset tanah, bangunan dan aset lainnya untuk dikomersialkan sebagai pendapatan perusahaan. Bentuk-bentuk pengusahaannya seperti persewaan tanah untuk tower, stockpile, container yard, pipa, fiber optic, took, hotel, kantor, rumah, space reklame, dan lain-lain.
    4. Pengelolaan properti yang terkait dengan jasa kereta api, yang mencakup pembangunan dan pengelolaan stasiun kereta api, pengembangan perkantoran, pengembangan pusat perbelanjaan, dan pembangunan hotel;
    5. Pariwisata berbasis kereta api, yang mencakup jasa paket wisata dan penyewaan transportasi;
    6. Restoran dan parkir, yang mencakup pengelolaan restoran di kereta api (on train services) dan di stasiun, termasuk jasa katering serta pengelolaan parkir di lingkungan stasiun;
    7. Distribusi logistik, yang mencakup jasa logistik door to door (multimoda) untuk memberikan pelayanan paripurna dengan dukungan angkutan pra dan lanjutan mencakup layanan pengelolaan Terminal Peti Kemas (TPK), bongkar muat, pergudangan, pelabelan, pengangkutan, penjejakan, serta pengawalan logistik.

    Sedangkan untuk pilihan segmentasi customer, KAI mempunyai customer:

    1. Masyarakat umum maupun korporasi untuk pengguna jasa angkutan penumpang;
    2. Masyarakat dan korporasi untuk pengguna jasa angkutan barang;
    3. Korporasi dan investor untuk pengelolaan usaha non-angkutan.
  7. Profil Direksi

    Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) Direksi

    1. Direktur Utama
    2. Direktur Niaga
    3. Direktur Operasi
    4. Direktur Pengelolaan Prasarana
    5. Direktur Pengelolaan Sarana
    6. Direktur Keselamatan dan Keamanan
    7. Direktur SDM & Umum
    8. Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Usaha
    9. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko
  8. Profil Komisaris
  9. Profil Singkat Pejabat Struktural Tiga Level ke Bawah