Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi masih akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kepadatan lalu lintas dan memperlambat akses jalan menuju stasiun, terutama di kota-kota besar dengan volume perjalanan tinggi.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengimbau pelanggan untuk mengantisipasi kepadatan jalan menuju stasiun dengan mengatur waktu perjalanan secara lebih longgar. Pada masa Nataru, hujan kerap memicu kemacetan, genangan, maupun perlambatan arus lalu lintas yang dapat memperpanjang waktu tempuh dari rumah ke stasiun dan meningkatkan risiko keterlambatan.

Hingga 22 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, stasiun dengan volume keberangkatan tertinggi antara lain Stasiun Pasar Senen sebanyak 214.737 pelanggan, Stasiun Yogyakarta 147.092 pelanggan, dan Stasiun Gambir 144.251 pelanggan. Stasiun Lempuyangan, Surabaya Pasar Turi, Bandung, Surabaya Gubeng, Semarang Tawang, Bekasi, dan Purwokerto juga mencatat pergerakan pelanggan yang tinggi sejak awal masa Nataru.

Pergerakan pelanggan harian menunjukkan tren meningkat. Pada 18 Desember 2025 tercatat 157.301 pelanggan, meningkat menjadi 202.369 pelanggan pada 19 Desember, 209.925 pelanggan pada 20 Desember, dan mencapai 223.588 pelanggan pada 21 Desember. Angka ini diperkirakan masih akan terus bertambah seiring berlangsungnya periode libur.

Untuk menunjang kenyamanan pelanggan di tengah cuaca hujan, KAI juga menyediakan fasilitas pengering payung di sejumlah stasiun besar agar area publik tetap aman, tidak licin, dan nyaman digunakan.