PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan dukungan terhadap rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mereaktivasi sejumlah jalur kereta api non-aktif di wilayah tersebut. Jalur-jalur yang direncanakan untuk diaktifkan kembali meliputi lintas Cipatat - Padalarang, Banjar - Pangandaran, Bandung - Ciwidey, dan jalur antara Garut - Cikajang.

Sebagai pengelola aset pada lintas-lintas non-aktif tersebut, KAI berkomitmen untuk mendukung proses reaktivasi dengan mengembalikan aset yang selama ini dikelola dan dioptimalisasi agar dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya, yaitu sebagai jalur kereta api untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat.

Dalam mengantisipasi kemungkinan elektrifikasi pada jalur-jalur yang akan direaktivasi, KAI juga telah melakukan investasi penambahan 29 trainset Kereta Rel Listrik (KRL). Armada KRL baru ini terdiri dari 16 trainset baru dan 2 trainset retrofit dari PT INKA di Madiun, serta 11 trainset yang didatangkan dari CRRC, Cina yang saat ini sedang menjalani pengujian dinamis dan akan dikirimkan secara bertahap.

KAI meyakini bahwa reaktivasi jalur kereta api yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat. Kereta api, sebagai sarana transportasi umum dengan kapasitas angkut yang besar, dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi permasalahan kemacetan.

Selain itu, pengoperasian kembali jalur kereta api juga berpotensi mengurangi beban biaya perawatan jalan raya yang harus dikeluarkan oleh pemerintah. Tidak hanya hanya itu, setiap stasiun yang kembali aktif akan dapat menjadi bangkitan ekonomi baru, mulai dari transportasi lanjutan hingga penjual jajanan maupun makanan di sekitar stasiun, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah sekitarnya.