
Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) merupakan pedoman operasional utama dalam pengaturan perjalanan kereta api yang disajikan dalam bentuk grafik. Gapeka menggambarkan hubungan antara stasiun, waktu, jarak, kecepatan, serta posisi perjalanan kereta api, mulai dari keberangkatan, persilangan, penyusulan, hingga pemberhentian. Penyajian secara grafis ini berfungsi sebagai alat kendali untuk memastikan perjalanan kereta api berjalan secara teratur, aman, dan efisien.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan telah resmi menetapkan Gapeka 2025, yang mulai diberlakukan pada 1 Februari 2025. Gapeka ini mencakup seluruh jaringan jalur kereta api nasional di wilayah Jawa dan Sumatera, dengan berbagai penyesuaian dan pengembangan yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Penerapan Gapeka_2025 memberikan sejumlah manfaat strategis, antara lain peningkatan efisiensi mobilitas melalui waktu tempuh yang lebih singkat serta jadwal perjalanan yang semakin presisi. Selain itu, peningkatan frekuensi perjalanan pada berbagai layanan, baik kereta api jarak jauh maupun komuter, memberikan fleksibilitas lebih bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanan. Optimalisasi ini juga mendukung peningkatan ketepatan waktu, keselamatan, serta kenyamanan penumpang di seluruh jaringan layanan.
Fokus pengembangan juga diarahkan pada optimalisasi layanan kereta api perkotaan, termasuk KRL Jabodetabek. Penyesuaian pola operasi turut dilakukan pada sejumlah layanan strategis, seperti KRL Yogyakarta, KA Bandara YIA, KA Bandara Adi Soemarmo, dan KA Bandara Kualanamu, guna mengakomodasi dinamika kebutuhan dan permintaan pasar.
Selain itu, integrasi antarmoda semakin diperkuat melalui penataan ulang jadwal kereta feeder yang terhubung dengan layanan Whoosh di Stasiun Padalarang, sehingga memberikan pengalaman perjalanan yang lebih seamless bagi pengguna.
Secara keseluruhan, implementasi Gapeka 2025 diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta memperkuat konektivitas dan integrasi antar moda transportasi. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan untuk memperkuat peran kereta api sebagai moda transportasi yang aman, andal, cepat, dan efisien.