PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan informasi publik mengenai penerapan penggunaan biodiesel B50 pada sarana diesel serta peningkatan distribusi BBM logistik nasional.

 

Poin-poin penting terkait penataan prasarana dan kesiapan pengoperasian KRL SF12 di Stasiun Bogor mencakup:

1. Penerapan Biodiesel B50 Bertahap

Sejak 1 Juli 2026, KAI menerapkan penggunaan B50 (50% biodiesel nabati dan 50% solar) pada lokomotif dan kereta pembangkit. Langkah ini mendukung pencapaian potensi penurunan emisi nasional sebesar 44,46 juta ton CO2. Penerapan didasarkan pada serangkaian pengujian teknis mesin, filter, dan sistem pembakaran.

2. Peningkatan Distribusi BBM Logistik (Semester I 2026)

KAI mendistribusikan 1.338.180 ton BBM pada Semester I 2026 (tumbuh 4,66% yoy), termasuk layanan angkutan avtur relasi Stasiun Cilacap–Stasiun Rewulu guna menyokong operasional Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).

 

Penerapan transisi energi dan penguatan rantai pasok logistik ini dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keandalan operasional kereta api.