KAI terus memperkuat peran kereta api dalam sistem logistik nasional melalui peningkatan kapasitas angkutan, penambahan sarana, dan integrasi rantai pasok antarmoda di Sumatra dan Jawa.

Poin-poin utama kinerja dan pengembangan mencakup:
1. Capaian Volume Angkutan Semester I 2026
KAI mengangkut total 32,5 juta ton barang, didominasi komoditas batu bara sebanyak 26,5 juta ton (81,65%) dan nonbatu bara (petikemas, BBM, semen, pupuk, dll.) sebesar 5,96 juta ton.

2. Ekspansi & Penguatan Infrastruktur Sumatra
Fokus pada Sumatra Bagian Selatan meliputi penambahan 1.080 gerbong datar, optimalisasi jalur, persinyalan elektrik, serta kerja sama investasi bersama PTBA untuk pengembangan Terminal Tarahan II (potensi kapasitas 20 juta ton/tahun) dan Terminal Kramasan.

3. Inovasi Layanan & Konektivitas Logistik Jawa
Mengembangkan KA petikemas reguler non-dedicated (mencapai 2,62 juta ton), pengoperasian KA Brumbung Cargo, rencana konektivitas Terminal Petikemas Cilacap–Semarang, jalur khusus baja Krakatau Steel (mendukung kebijakan Zero ODOL), serta kajian dry port Kawasan Industri Terpadu Batang.

4. Inisiatif Hijau & Strategi Jangka Panjang
Mendorong pengangkutan CPO (kapasitas >1,1 juta ton/tahun) dan menghadirkan layanan green freight untuk rantai pasok rendah emisi, berbasis sinergi dengan pemerintah, Danantara, pengelola kawasan, serta mitra industri.

Pengembangan logistik secara bertahap ini ditujukan untuk menciptakan sistem distribusi nasional yang lebih efisien, terintegrasi, dan berdaya saing tinggi.