KAI Group memperkuat sinergi BUMN bersama PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA melalui investasi pengadaan dan pembaruan sarana perkeretaapian nasional senilai Rp14,68 triliun hingga Rp14,88 triliun guna menjamin keselamatan, keandalan, serta kenyamanan operasional angkutan penumpang dan logistik nasional.


 

KAI Group menyambut pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi kawasan TOD Summarecon guna memfasilitasi 12,85 juta pergerakan pelanggan KA Jarak Jauh dan Commuter Line.


 

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menguji dua kereta Nusantara Explorer Luxury Sleeper Train relasi Surabaya Gubeng–Lamongan pp untuk mengevaluasi performa dan keselamatan sebelum dioperasikan.


 

KAI menyelesaikan pengadaan 54 unit lokomotif CC205 dari Progress Rail untuk memperkuat keandalan dan kapasitas layanan logistik batu bara Divre III Palembang.


 

KAI mengoptimalkan peran Balai Yasa Jembatan Kiaracondong dalam memproduksi konstruksi jembatan dan 9.899 alat pemeliharaan rel guna mendukung keselamatan perjalanan KA di Jawa dan Sumatra


 

KAI mengoptimalkan perawatan 51 unit Mesin Perawatan Jalan Rel (MPJR) di Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan demi menjamin keselamatan jalur kereta api di seluruh Pulau Jawa.


 

KAI mengoperasikan KA Barapati Switching berkapasitas hingga 3.000 ton per perjalanan sejak 8 Juli 2026 untuk mengoptimalkan distribusi batu bara Sumatra Selatan.


 

KAI menangani 320 titik perlintasan sebidang hingga 7 Juli 2026 guna menekan risiko kecelakaan serta mengecam tindakan kekerasan terhadap petugas perlintasan di lapangan.


 

KAI mulai menerapkan biodiesel B50 secara bertahap pada lokomotif dan kereta pembangkit sejak 1 Juli 2026, serta mencatatkan kenaikan distribusi BBM logistik sebesar 4,66%.


 

KAI menyiapkan pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor guna mendukung operasional KRL SF12 dan mengurai kepadatan pelanggan di jam sibuk.


 

KAI memperkuat operasional Divre I Sumut dengan merampungkan 100% perawatan 129 sarana di Balai Yasa Pulubrayan serta menyiapkan data teknis guna mendukung kajian konektivitas KA Sumut–Aceh.


 

KAI memperkuat kesiapan sarana kereta api dengan menyelesaikan perawatan berkala P24/P48 terhadap 246 kereta di Balai Yasa Manggarai sepanjang Semester I 2026 demi menjamin keselamatan dan kenyamanan pelanggan.


 

KAI menargetkan integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City dapat mulai beroperasi pada 28 September 2026 demi meningkatkan keselamatan operasi, kenyamanan alur penumpang, dan penataan kawasan antarmoda.


 

KAI menyampaikan informasi publik terkait rencana penataan layanan operasional perjalanan kereta api dan optimalisasi kawasan Stasiun Gambir yang dilakukan secara bertahap demi menjaga keselamatan, keandalan operasi, serta peningkatan integrasi moda transportasi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.


 

KAI mencatat Bogor Line sebagai lintas KRL dengan jumlah pelanggan terbesar pada Semester I 2026, dengan total 78,08 juta pelanggan.


 

KAI mengembangkan Stasiun Gambir sebagai stasiun yang lebih terintegrasi untuk mendukung konektivitas KA Jarak Jauh, Commuter Line, dan kawasan pusat Jakarta.


 

KAI meningkatkan kapasitas layanan di Stasiun Bogor melalui pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 sebagai persiapan operasional rangkaian KRL 12 kereta (SF12) di Bogor Line


 

PT KAI menyulap Stasiun Gambir jadi pusat hospitality dan leisure guna meningkatkan layanan penumpang, memperkuat bisnis komersial, dan membuka peluang ekonomi baru di Jakarta.


 

KAI Siapkan Seluruh Sarana Diesel untuk Implementasi Biodiesel B50


 

KAI terus memperkuat kualitas layanan perjalanan jarak jauh melalui pengoperasian 17 Kereta Makan M1 hasil modifikasi Balai Yasa Tegal.


 

KAI mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan budaya selamat saat melintas di perlintasan sebidang pada masa liburan sekolah.


 

Stasiun JIS resmi melayani pelanggan Commuter Line Tanjung Priok–Jakarta Kota mulai 22 Juni 2026 dengan tarif Rp1 selama masa operasional terbatas untuk mendukung kemudahan mobilitas ke kawasan Sunter.


 

KAI mengajak masyarakat untuk menjaga keselamatan bersama dengan meningkatkan disiplin di perlintasan sebidang dan tidak beraktivitas di sepanjang jalur rel kereta api.


 

Keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah menata akses jalan, aparat membantu penertiban, KAI menjaga keselamatan perjalanan kereta api, dan masyarakat berperan melalui kepatuhan saat melintas. Ketika setiap pihak menjalankan perannya, risiko kecelakaan dapat ditekan dan ruang selamat bagi publik semakin kuat.


 

PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Kabupaten Garut meluncurkan program Rel Ekonomi Rakyat melalui pengoperasian Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang pada layanan KA Cikuray di Stasiun Garut, Kamis (11/6). Program ini menghadirkan layanan yang mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antara sentra pertanian, perdagangan, UMKM, kawasan industri, dan pusat ekonomi yang terhubung melalui lintas KA Cikuray.


 

Di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional, isu keberlanjutan semakin erat kaitannya dengan cara berbagai perusahaan menjalankan operasionalnya. Energi kini dipandang sebagai kebutuhan operasional sekaligus bagian dari tanggung jawab terhadap lingkungan. Perspektif tersebut mendorong PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperluas pemanfaatan energi baru terbarukan melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di berbagai fasilitas operasional perusahaan.


 

Transformasi layanan kereta api terus berlanjut seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi yang nyaman, aman, dan modern. Salah satu perubahan yang kini semakin dirasakan pelanggan adalah hadirnya rangkaian Stainless Steel New Generation yang secara bertahap memperbarui layanan kereta api jarak jauh di berbagai relasi.


 

Akhir pekan selalu menghadirkan kesempatan untuk beristirahat sejenak dari rutinitas. Sebagian orang memilih menikmati suasana baru, mencicipi kuliner khas daerah, berburu destinasi budaya, atau sekadar menikmati perjalanan yang tenang bersama keluarga. Bagi pelanggan yang ingin menghabiskan akhir pekan dengan cara tersebut, KA Mataram menjadi salah satu pilihan perjalanan yang menarik menuju Kota Solo.


 

Menikmati liburan bersama keluarga tentu menjadi momen yang dinanti banyak orang. Namun di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode liburan, keselamatan tetap harus menjadi perhatian utama, terutama saat melintasi perlintasan sebidang kereta api.


 

Garut dikenal sebagai salah satu daerah yang tumbuh dari aktivitas pertanian, perdagangan, dan usaha masyarakat. Dari kawasan pegunungan yang subur ini, berbagai hasil bumi bergerak setiap hari menuju pasar-pasar di berbagai kota. Pada saat yang sama, masyarakat melakukan perjalanan untuk bekerja, belajar, berdagang, mengembangkan usaha, maupun memenuhi berbagai kebutuhan lainnya. Mobilitas tersebut menjadi bagian penting dalam menggerakkan perekonomian daerah.


 

Mobilitas masyarakat di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Untuk mengantisipasi kebutuhan kapasitas layanan yang semakin besar, PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan menyiapkan penguatan sistem kelistrikan dan modernisasi persinyalan pada lintas tersebut.


 

Mobilitas masyarakat terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial di berbagai daerah. Di tengah pertumbuhan tersebut, keselamatan menjadi faktor yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan sistem transportasi yang andal. Salah satu fokus yang terus dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) adalah mengurangi titik-titik perlintasan sebidang yang memiliki risiko tinggi terhadap perjalanan kereta api maupun pengguna jalan.


 

PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama DJKA Kementerian Perhubungan RI terus mempersiapkan peningkatan kapasitas layanan melalui pengembangan Stasiun Bogor dan penguatan konektivitas Stasiun Bogor Paledang. Dalam peninjauan langsung pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor pada Senin (1/6), Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan percepatan pekerjaan yang berjalan menjadi langkah penting untuk menjawab pertumbuhan kebutuhan masyarakat terhadap layanan Commuter Line.


 

Momen libur panjang menjadi waktu yang dinantikan masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga, berwisata, maupun menikmati berbagai aktivitas di lingkungan sekitar. Di tengah meningkatnya mobilitas tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengajak masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dengan menjauhi jalur kereta api dan tidak melakukan aktivitas apa pun di area tersebut.


 

PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkuat kapasitas layanan penumpang di wilayah Lampung dan Sumatra Selatan melalui pengiriman 25 unit sarana kereta dari Daop 1 Jakarta menuju Divre IV Tanjungkarang dan wilayah Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel). Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada layanan kereta api di wilayah tersebut.


 

Ketika sebagian besar masyarakat beristirahat pada malam hari, aktivitas di dunia perkeretaapian justru tetap berlangsung. Di balik perjalanan kereta api pertama setiap pagi di berbagai kota di Pulau Jawa, terdapat ribuan petugas yang bekerja menjaga kesiapan sarana, memeriksa jalur rel, mengatur perjalanan, hingga memastikan setiap rangkaian siap diberangkatkan tepat waktu.


 

Mobilitas masyarakat perkotaan yang terus tumbuh mendorong kebutuhan sistem transportasi yang semakin terhubung antarmoda. Dalam konteks tersebut, Stasiun Manggarai memegang peranan penting sebagai salah satu titik perpindahan perjalanan terbesar di kawasan Jabodetabek yang menghubungkan berbagai layanan transportasi publik dalam satu kawasan terintegrasi.


 

PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus melanjutkan investasi sarana perkeretaapian untuk memperkuat kapasitas angkutan barang dan layanan penumpang. Pengadaan sarana dilakukan secara bertahap melalui penambahan kereta, gerbong, lokomotif, serta rangkaian Commuter Line guna menjaga keandalan operasional di tengah pertumbuhan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional.


 

Pertumbuhan mobilitas masyarakat urban dalam satu dekade terakhir mendorong kebutuhan penguatan elektrifikasi perkeretaapian di kawasan metropolitan. Peningkatan jumlah perjalanan KRL, berkembangnya kawasan permukiman penyangga kota, hingga bertambahnya pusat aktivitas ekonomi membuat kebutuhan pasokan daya listrik menjadi semakin besar untuk menjaga kelancaran operasional perjalanan kereta.


 

Di tengah meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mengoptimalkan pemanfaatan BBM subsidi secara terukur untuk mendukung layanan transportasi publik yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan. 


 

PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama KAI Commuter tengah melakukan revitalisasi dan perpanjangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor sebagai bagian dari peningkatan kapasitas layanan Commuter Line di wilayah Bogor Line. Pekerjaan tersebut berlangsung sejak 15 April 2026 dan ditargetkan selesai pada Juli 2026.


 

Pemerintah akan memberlakukan implementasi mandatori biodiesel B50 secara nasional mulai 1 Juli 2026 sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi dan transisi menuju penggunaan energi yang lebih berkelanjutan. Kebijakan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperbesar pemanfaatan energi berbasis nabati pada berbagai sektor transportasi nasional.


 

Percepatan penanganan perlintasan sebidang terus dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan di berbagai wilayah. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat keselamatan perjalanan kereta api sekaligus meningkatkan keamanan pengguna jalan di titik-titik perpotongan jalur rel dan jalan raya.


 

PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus melanjutkan proses pemulihan operasional perjalanan Commuter Line lintas Cikarang menjelang aktivitas masyarakat pada hari kerja. Berbagai langkah pengamanan operasional masih dilakukan agar perjalanan kereta api tetap berjalan aman dan terkendali di tengah proses pengecekan jalur yang masih berlangsung. 


 

PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus melanjutkan proses pemulihan operasional perjalanan Commuter Line lintas Cikarang serta pendampingan pelanggan pascakejadian di Stasiun Bekasi Timur agar perjalanan kereta api dapat berlangsung semakin baik dan aman.


 

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan perkembangan penanganan pelanggan terdampak kejadian di Stasiun Bekasi Timur per Sabtu, 2 Mei 2026 pukul 07.00 WIB. Dari data penanganan terhadap 106 pelanggan, sebanyak 76 pelanggan kini telah kembali ke rumah, sementara 24 pelanggan masih dirawat di rumah sakit.


 

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menegaskan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang menjadi perhatian serius yang memerlukan penanganan yang konsisten. Keberadaan perlintasan liar di berbagai titik menghadirkan risiko besar karena tidak dilengkapi pengamanan yang memadai dan berada di luar pengaturan resmi, sehingga ruang aman antara perjalanan kereta api dan aktivitas masyarakat menjadi semakin terbatas.


 

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan bahwa operasional Kereta Api Jarak Jauh pada Jumat, 1 Mei 2026, menunjukkan tren pemulihan yang semakin kuat, dengan hampir seluruh perjalanan telah kembali berjalan tepat waktu.


 

Peristiwa di wilayah Stasiun Bekasi Timur menghadirkan duka yang mendalam. PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga yang terdampak, sekaligus memastikan pendampingan terus dilakukan dalam setiap tahap penanganan.


 

PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat pendampingan bagi pelanggan dan keluarga yang terdampak kejadian di Stasiun Bekasi Timur. Pendampingan dilakukan melalui posko informasi, fasilitasi layanan kesehatan lanjutan, mekanisme klaim biaya pengobatan, serta layanan trauma healing.