KAI menyampaikan informasi publik mengenai tata kelola dan realisasi penggunaan BBM subsidi serta pengujian biodiesel untuk mendukung efisiensi energi, keberlanjutan lingkungan, dan keandalan operasional transportasi rel nasional.

Poin-poin utama penggunaan BBM subsidi dan pengelolaan energi mencakup:

1. Realisasi Kuota BBM Subsidi 2026
Hingga 18 Mei 2026, realisasi pemanfaatan BBM subsidi KAI mencapai 83.915.377 liter atau 39,15% dari total alokasi kuota pemerintah sebesar 214.342.000 liter untuk tahun 2026.

2. Pertumbuhan Volume Penumpang & Angkutan Barang
Tingginya serapan BBM sejalan dengan kenaikan volume pelanggan KA Jarak Jauh dan Lokal (periode Januari–April 2026) yang mencapai 19.218.440 penumpang, naik dari 17.709.669 penumpang pada periode sama 2025. BBM subsidi juga menopang kelancaran distribusi logistik komoditas strategis seperti petikemas, semen, klinker, dan parcel.

3. Pengujian Biodiesel Lanjutan Bersama Kementerian ESDM & LEMIGAS
KAI melakukan pengujian performa bahan bakar biodiesel pada sarana berbasis diesel:
Lokomotif: Pengujian engine dan konsumsi bahan bakar dipusatkan di Depo Sidotopo.
Kereta Pembangkit: Pengujian dan evaluasi konsumsi bahan bakar berkala setiap 300 jam operasi dilaksanakan di Depo Kereta Yogyakarta.

4. Dampak Lingkungan & Pengurangan Emisi
Penggunaan biodiesel pada KA Jarak Jauh sepanjang 2025 menghasilkan total emisi karbon sebesar 127.315.192 kg CO₂e (~127,3 ribu ton) untuk 47,4 juta pelanggan, membuktikan efisiensi emisi per penumpang yang jauh lebih rendah dibanding transportasi darat berbasis kendaraan pribadi.

Langkah ini mempertegas komitmen KAI dalam mewujudkan sistem transportasi publik berbasis rel yang akuntabel, efisien, ramah lingkungan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.