KAI menyampaikan informasi publik mengenai progres penutupan perlintasan sebidang prioritas guna menekan angka kecelakaan dan meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api serta pengguna jalan.

Poin-poin utama penanganan dan keselamatan mencakup:

1. Progres Penutupan Perlintasan Prioritas
Hingga 2 Juni 2026, KAI bersama stakeholder terkait berhasil menutup 116 dari target 172 perlintasan sebidang prioritas (67%), sementara 56 titik lainnya masih dalam proses penyelesaian. Program ini memfokuskan penutupan pada perlintasan tidak terjaga berlebar kurang dari dua meter yang berisiko tinggi.

2. Evaluasi Data Kecelakaan & Faktor Penyebab
Data KAI (2023–24 Mei 2026) mencatat 1.074 kecelakaan di perlintasan sebidang dengan 964 korban (370 meninggal dunia, 247 luka berat, 347 luka ringan). Sebanyak 80% insiden terjadi di perlintasan tidak dijaga dan 88% dipicu oleh tindakan menerobos saat kereta akan melintas.

3. Penanganan Skala Nasional & Kolaborasi
Program ini bagian dari penataan 1.810 perlintasan tidak terjaga di seluruh wilayah operasional KAI, di mana 1.638 titik lainnya diprioritaskan untuk peningkatan fasilitas keselamatan. Keberhasilan penutupan membutuhkan dukungan pemda, aparat, dan masyarakat agar perlintasan rawan tidak dibuka kembali secara mandiri.

Langkah preventif ini mempertegas komitmen KAI dan para pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem transportasi publik yang lebih tertib, aman, dan selamat.