KAI menyampaikan informasi publik mengenai rencana penguatan sistem kelistrikan dan modernisasi persinyalan pada lintas Tanah Abang–Rangkasbitung bersama Ditjen Perkeretaapian Kemenhub untuk mengantisipasi pertumbuhan pengguna KRL.

Poin-poin utama pengujian dan pengembangan mencakup:

1. Pertumbuhan Pelanggan & Kepadatan Tinggi

Volume pelanggan KRL Rangkasbitung Line terus meningkat dari 43,3 juta (2022), 62,0 juta (2023), 69,9 juta (2024), 77,5 juta (2025), hingga 33,3 juta pada periode Januari–Mei 2026. Okupansi jam sibuk mencapai 161%, tertinggi dibanding lintas Bogor (130%) dan Bekasi/Cikarang (140%).

2. Penguatan Sistem Listrik Aliran Atas (LAA)
Guna mengatasi keterbatasan daya yang masih berada di level 3.000 volt (dibandingkan Bogor/Bekasi 4.000 volt), KAI menambah 11 gardu traksi. Penguatan daya listrik ini dipusatkan agar lintas Rangkasbitung dapat mengoperasikan rangkaian KRL dengan stamformasi 12 kereta (SF12).

3. Modernisasi Persinyalan & Pemangkasan Headway
Sistem persinyalan yang masih menggunakan pola blok tertutup akan dimodernisasi. Langkah ini bertujuan memangkas headway (waktu tunggu antar-kereta) dari 10 menit menjadi lebih rapat (mendekati lintas Bogor/Bekasi di kisaran 3–4 menit) serta meningkatkan frekuensi perjalanan.

Langkah strategis ini mempertegas komitmen KAI dan DJKA Kemenhub dalam menghadirkan layanan transportasi publik berbasis rel yang berkapasitas lebih besar, efisien, dan nyaman di kawasan Jabodetabek.