PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan informasi publik terkait rencana penataan layanan operasional perjalanan kereta api dan optimalisasi kawasan Stasiun Gambir yang dilakukan secara bertahap demi menjaga keselamatan, keandalan operasi, serta peningkatan integrasi moda transportasi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Beberapa poin penting mengenai rekayasa dan penataan operasional perjalanan kereta api adalah sebagai berikut:
1. Posisi Operasional Stasiun Gambir
Stasiun Gambir disiapkan bertahap sebagai pintu layanan Kereta Api (KA) Jarak Jauh di pusat kota serta akses moda transportasi menuju kawasan Monas dan sekitarnya. Penataan Stasiun Gambir tidak memindahkan atau mengeliminasi peran Stasiun Manggarai yang tetap berfungsi sebagai pusat perpindahan antarlintas (transit hub).
2. Layanan Commuter Line (KRL) Lintas Gambir
Saat ini, jalur layang Stasiun Gambir dilintasi sebanyak 326 perjalanan KRL Bogor Line setiap harinya (relasi Jakarta Kota–Bogor / Jakarta Kota–Nambo PP). Namun, pada tahap saat ini Commuter Line yang melintas belum melayani naik dan turun penumpang di Stasiun Gambir. Potensi pelayanan perhentian KRL di Gambir masih dalam tahap pembahasan bertahap yang memerlukan kesiapan prasarana, kapasitas lintas, kelistrikan, persinyalan, pola operasi, dan koordinasi dengan regulator.
3. Pengembangan Prasarana Peron Stasiun Bogor
Guna mendukung peningkatan operasional KRL Bogor Line dan kepadatan perjalanan, KAI melakukan pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor untuk mendukung operasional rangkaian SF12. Program ini ditargetkan selesai total pada 15 Juli 2026.
4. Operasional KA Jarak Jauh di Stasiun Gambir
Saat ini Stasiun Gambir melayani 34 KA reguler per hari atau sekitar 78 pemberhentian naik-turun pelanggan KA Jarak Jauh. Penataan alur kedatangan/keberangkatan serta akses pejalan kaki terus disesuaikan untuk kemudahan dan keselamatan perjalanan.
5. Pengembangan Kawasan Integrasi (Lifestyle Hub)
Pengembangan Stasiun Gambir diarahkan menjadi Modern Station & Lifestyle Hub yang menghubungkan mobilitas perjalanan dengan moda Transjakarta, MRT, kawasan pedestrian Medan Merdeka, serta fasilitas publik pendukung lainnya.
KAI memohon maaf atas ketidaknyamanan selama proses penataan prasarana berlangsung dan mengimbau seluruh pengguna jasa untuk selalu memperhatikan keselamatan serta petunjuk operasional di area stasiun.