KAI menyampaikan informasi publik mengenai progres dan dampak pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di berbagai fasilitas operasional perusahaan sebagai bentuk komitmen terhadap transisi energi bersih dan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Poin-poin utama pengembangan dan efisiensi mencakup:
1. Capaian Pemasangan & Persebaran Lokasi
Hingga Juni 2026, KAI telah mengoperasikan 113 unit PLTS dengan total kapasitas terpasang mencapai 4.430,65 kWp. Instalasi ini tersebar di 92 lokasi operasional, meliputi 62 stasiun, 10 balai yasa, 6 griya karya, 3 depo, 1 kantor, dan 1 gedung record center.
2. Potensi Produksi Energi Bersih
Dengan kapasitas 4.430,65 kWp dan rata-rata hasil 1.300–1.500 kWh per 1 kWp per tahun, seluruh sistem PLTS KAI berpotensi menghasilkan sekitar 5,8 juta hingga 6,6 juta kWh listrik bersih setiap tahunnya.
3. Reduksi Emisi Karbon Kuantitatif
Berdasarkan Kepmen ESDM No. 163.K/HK.02/MEM.S/2021 (faktor emisi Jamali 0,84–0,87 ton CO₂/MWh), pemanfaatan energi surya ini mampu mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 5.100 hingga 5.800 ton CO₂ per tahun melalui penggantian konsumsi listrik berbasis energi fosil.
4. Implikasi Strategis & ESG
Inisiatif ini memperkuat efisiensi biaya operasional, meningkatkan ketahanan energi pada fasilitas penting, serta mendukung target penurunan emisi nasional menuju sistem transportasi publik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Langkah ini menegaskan kontribusi nyata KAI dalam mengintegrasikan inovasi teknologi hijau ke dalam ekosistem perkeretaapian nasional.
Informasi Serta Merta
Informasi Serta Merta
KAI Kembangkan 113 Unit PLTS di 92 Lokasi, Perkuat Transisi Energi Bersih