KAI menyampaikan informasi publik mengenai transformasi layanan KA Cikuray relasi Garut–Pasar Senen (PP) melalui pengoperasian Kereta Ekonomi Kerakyatan berbasis konsep Rel Ekonomi Rakyat mulai 10 Juni 2026.
Poin-poin utama pengujian dan penataan mencakup:
1. Konsep Layanan & Inovasi Sarana
Hasil inovasi Insan KAI melalui Balai Yasa Manggarai ini menghadirkan layanan transportasi inklusif untuk memperluas mobilitas masyarakat, petani, pedagang pasar, serta pelaku UMKM. KAI juga menyiapkan pengembangan tahap berikutnya berupa Kereta Petani dan Pedagang untuk memperkuat konektivitas sentra produksi dan pasar.
2. Pertumbuhan Tren Pelanggan & Tarif PSO
Antusiasme masyarakat terus meningkat dengan volume pelanggan tercatat 293.265 (2022), 514.767 (2023), 591.089 (2024), 615.723 (2025), dan 266.993 penumpang pada periode Januari–Mei 2026. Sebagai kereta Public Service Obligation (PSO), tarif relasi terjauh tetap terjangkau sebesar Rp45.000.
3. Konektivitas Koridor Ekonomi
Mengular melalui 12 stasiun pemberhentian (Garut, Cibatu, Leles, Kiaracondong, Bandung, Cimahi, Purwakarta, Cikampek, Karawang, Cikarang, Bekasi, hingga Pasar Senen), lintasan ini mengintegrasikan sentra pertanian Garut, pusat perdagangan Bandung, kawasan industri Karawang-Cikarang, dan pusat ekonomi Jakarta.
Langkah strategis ini mempertegas peran KAI dalam menghadirkan layanan kereta api yang terjangkau, memperluas akses pasar daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi sektor riil antardaerah.
Informasi Serta Merta
Informasi Serta Merta
Mulai 10 June 2026, KA Cikuray Gunakan Sarana Ekonomi Kerakyatan untuk Layani Lebih Banyak Masyarakat