KAI menyampaikan informasi publik mengenai keberlanjutan investasi sarana perkeretaapian untuk memperkuat kapasitas angkutan barang, layanan penumpang antarkota, dan Commuter Line demi mendukung mobilitas publik serta logistik nasional.
Poin-poin utama investasi dan sarana mencakup:
1. Rincian & Progres Pengadaan Sarana
Hingga saat ini, program pengadaan mencakup 436 unit kereta new generation, 902 unit gerbong, dan 52 unit lokomotif. Untuk pengadaan baru, KAI menyiapakan 612 kereta penumpang dan 1.125 gerbong produksi PT INKA, serta 54 lokomotif CC205 produksi Progress Rail bernilai investasi USD222,5 juta (Rp3,56 triliun) yang ditargetkan selesai bertahap hingga akhir 2026.
2. Penguatan Logistik & Traksi Barang
Pengadaan gerbong datar dan peti kemas difokuskan untuk memperkuat angkutan logistik komoditas strategis, khususnya di wilayah Sumatera Selatan dan Simpang. Penambahan lokomotif CC205 dipicu kebutuhan efisiensi distribusi berbasis rel berkapasitas besar.
3. Modernisasi Sarana Penumpang & Commuter Line
Peningkatan layanan penumpang antarkota didukung pengadaan kereta new generation untuk menghadirkan kenyamanan lebih tinggi. Di sektor perkotaan, pengadaan KRL produksi INKA mencakup 16 trainset, dengan 7 trainset di antaranya telah resmi beroperasi.
4. Pemberdayaan Industri Dalam Negeri (TKDN)
Mayoritas investasi sarana ini melibatkan PT INKA (Persero) guna memperkuat ekosistem manufaktur perkeretaapian nasional, mendorong kompetensi industri lokal, dan menjamin keberlanjutan pemenuhan sarana.
Investasi strategis ini mempertegas komitmen KAI dalam menghadirkan ekosistem transportasi publik dan logistik yang semakin andal, modern, dan berdaya saing tinggi.
Informasi Serta Merta
Informasi Serta Merta
Investasi Sarana KAI Perkuat Kapasitas Logistik dan Layanan Penumpang