KAI menyampaikan informasi publik mengenai kesiapan dan pengujian teknis penyerapan mandatori biodiesel B50 secara nasional pada sarana perkeretaapian berbasis diesel mulai 1 Juli 2026.
Poin-poin utama pengujian dan efisiensi energi mencakup:
1. Dukungan Kebijakan & Jejak Emisi Carbon
KAI mendukung program transisi energi nasional setelah sebelumnya mengimplementasikan B35 dan B40. Sepanjang 2025, penggunaan B40 pada KA Jarak Jauh menghasilkan emisi karbon 127,3 ribu ton CO₂e (127.315.192 kg CO₂e) untuk 47,4 juta penumpang. Angka emisi rel (15–40 gram CO₂/penumpang-km) terbukti jauh lebih rendah dibanding kendaraan pribadi (120–250 gram CO₂/penumpang-km).
2. Tahapan Pengujian Teknis Bersama ESDM & LEMIGAS
Rangkaian pengujian teknis yang dimulai sejak pertengahan April 2026 mencakup blending bahan bakar, inspeksi fisik sarana, hingga pengujian operasional harian:
Lokomotif (Depo Sidotopo): Pemantauan difokuskan pada performa engine, karakteristik pembakaran, serta efisiensi konsumsi bahan bakar B50.
Kereta Pembangkit (Depo Yogyakarta): Evaluasi performa dan konsumsi bahan bakar dilakukan secara berkala tiap 300 jam operasi dengan perbandingan respons antara B40 dan B50.
3. Komitmen Kesiapan Operasional
Guna menjaga keandalan sarana dalam penggunaan intensif jangka panjang, KAI terus melakukan evaluasi serta pemantauan hasil uji coba secara ketat bersama tim teknis kementerian.
Langkah preventif dan terukur ini mempertegas komitmen KAI dalam mendukung ketahanan energi nasional berbasis bahan bakar nabati tanpa mengesampingkan keandalan dan keselamatan perjalanan perkeretaapian.
Informasi Serta Merta
Informasi Serta Merta
Percepatan Implementasi B50, KAI Perkuat Pengujian Sarana untuk Menjaga Keselamatan dan Keandalan Operasional