KAI bersama Kementerian Perhubungan dan Pemkab Garut menyampaikan informasi publik mengenai peluncuran program Rel Ekonomi Rakyat melalui pengoperasian Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang pada KA Cikuray di Stasiun Garut.

Poin-poin utama pengujian dan penataan mencakup:

1. Konsep Layanan & Modifikasi Sarana
Pengoperasian KA Cikuray menggunakan rangkaian 6 Kereta Ekonomi Kerakyatan (kapasitas naik dari 80 menjadi 93 kursi/kereta) dan 1 Kereta Petani-Pedagang (73 kursi). Modifikasi dikerjakan secara mandiri oleh Balai Yasa Manggarai dan Balai Yasa Surabaya Gubeng untuk mendukung mobilitas pelaku UMKM serta rantai pasok pangan.

2. Pertumbuhan Tren Pelanggan
Kebutuhan mobilitas pada relasi ini terus meningkat drastis. Berdasarkan data KAI, volume penumpang KA Cikuray tercatat 293.265 (2022), 514.767 (2023), 591.089 (2024), 615.723 (2025), dan 266.993 penumpang pada periode Januari–Mei 2026. Secara akumulatif, layanan ini telah mengangkut lebih dari 2,2 juta pelanggan.

3. Konektivitas Sentra Ekonomi & Tarif PSO
KA Cikuray melayani 12 stasiun pemberhentian lintas Garut–Pasar Senen (termasuk Bandung, Cikampek, dan Cikarang). Sebagai layanan bersubsidi *Public Service Obligation* (PSO), tarif relasi terjauh ditetapkan sangat terjangkau sebesar Rp45.000 untuk menghubungkan sentra pertanian, kawasan industri, dan pusat perdagangan nasional.

Inovasi ini mempertegas peran strategis kereta api dalam memperkuat konektivitas antardaerah, memperluas akses pasar daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan secara inklusif.