KAI menyampaikan informasi publik mengenai rencana integrasi operasional Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City yang ditargetkan mulai beroperasi pada 28 September 2026.
Beberapa poin utama rencana penataan dan integrasi tersebut meliputi:
1. Skema Operasional & Fasilitas Penghubung
Area Stasiun Karet akan difungsikan sebagai concourse (ruang penghubung) menuju Stasiun BNI City. KAI menyiapkan fasilitas travelator berpendingin udara (AC) untuk perpindahan penumpang. Seluruh aktivitas gate-in dan gate-out penumpang nantinya akan dipusatkan di Stasiun BNI City.
2. Pertimbangan Keselamatan dan Volume Penumpang
Integrasi didorong oleh kebutuhan keselamatan operasional KA mengingat jarak kedua stasiun yang sangat berdekatan. Pada Semester I 2026, kedua stasiun mencatatkan total 9.945.696 aktivitas naik-turun pelanggan (Karet: 7,25 juta; BNI City: 2,68 juta). Selain itu, Stasiun BNI City menjadi krusial karena terhubung dengan Commuter Line Basoetta yang melayani 1.197.413 pelanggan pada Semester I 2026.
3. Penataan Kawasan Antarmoda
KAI memperkuat koordinasi dengan Pemda dan pihak terkait untuk menata akses pejalan kaki, titik drop-off/pick-up, ojek pangkalan, ojek online, serta pelaku usaha di sekitar Stasiun Karet.
4. Masa Transisi Layanan
KAI menyiapkan sosialisasi, penambahan papan petunjuk arah, dan penyiagaan petugas layanan di lapangan guna memandu masyarakat selama perubahan pola perjalanan berlangsung.
Langkah strategis ini diharapkan dapat mewujudkan ekosistem transportasi publik yang lebih terintegrasi, aman, dan nyaman bagi seluruh pelanggan.