KAI secara berkelanjutan memperkuat kolaborasi strategis dengan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA untuk pengadaan dan modernisasi sarana perkeretaapian nasional dengan total investasi mencapai Rp14,68 triliun hingga Rp14,88 triliun.
Iktisar utama alokasi investasi dan progres operasional mencakup:
1. Kereta Antarkota (Stainless Steel New Generation)
Pengadaan 612 unit kereta (56 rangkaian) periode 2023–2027 senilai Rp5,5 triliun. Sebanyak 40 rangkaian telah diserahterimakan, di mana 39 rangkaian telah resmi beroperasi dan 1 rangkaian dalam tahap persiapan akhir.
2. Layanan Perkotaan (Commuter Line & LRT Jabodebek):
• Commuter Line: Investasi Rp4,07 triliun untuk 16 rangkaian baru dan retrofit 2 rangkaian. Sebanyak 7 rangkaian baru telah beroperasi melayani pelanggan.
• LRT Jabodebek: Pengadaan 31 rangkaian berbasis teknologi otomatis GoA3 (senilai ~Rp4,1 triliun) yang sukses melayani 16.018.911 pelanggan pada Semester I 2026 (naik 22,84% yoy).
3. Kereta Luxury Premium
Pengadaan 10 unit kereta luxury (26 kursi) serta 1 unit cadangan perawatan senilai Rp161,16 miliar guna meningkatkan standar kenyamanan pelanggan.
4. Angkutan Logistik Sumatra Selatan
Pengadaan 1.125 unit gerbong datar BM 54 ton senilai Rp1,05 triliun untuk mendukung efisiensi pengangkutan batu bara sebagai pasokan energi listrik nasional.
Rincian Alokasi Investasi:
• Stainless Steel New Gen: Rp5,50 T (39 Rangkaian Beroperasi)
• Commuter Line (Baru & Retrofit): Rp4,07 T (7 Rangkaian Beroperasi)
• LRT Jabodebek: Rp3,90 T – Rp4,10 T (31 Rangkaian Beroperasi)
• Kereta Luxury: Rp161,16 M (Tahap Penyiapan)
• Gerbong Barang: Rp1,05 T (1.125 Unit Gerbong)
Kerja sama jangka panjang ini menjadi bukti komitmen KAI Group dalam mendorong kemandirian industri perkeretaapian nasional, alih teknologi, serta memberikan kepastian kualitas purnajual demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat."