1. Kinerja Angkutan Penumpang

    Sepanjang tahun 2020, volume penumpang KA Utama Kelas Eksekutif terangkut mencapai 4.285.025 orang atau turun 74,04% dibanding tahun 2019 sebesar 16.508.499 orang. Pendapatan KA Utama Kelas Eksekutif mencapai Rp1.020.825.616 atau turun dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp3.974.364.597. Realisasi ini disebabkan adanya pembatasan operasi perjalanan KA selama pandemi Covid-19.

    Sementara itu, volume penumpang KA Utama Kelas Bisnis terangkut mencapai 523.378 orang atau turun 77,93% dibanding tahun 2019 sebesar 2.371.189 orang. Pendapatan KA Utama Kelas Bisnis mencapai Rp88.752.014 atau turun dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp463.390.298.

    Adapun volume penumpang KA Utama Kelas Ekonomi terangkut mencapai 9.996.455 orang atau turun 67,02% dibanding tahun 2019 sebesar 30.307.685 orang. Realisasi pendapatan KA Utama Kelas Ekonomi mencapai Rp991.737.452 atau turun dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp3.445.503.064.

    Pada tahun 2020 kinerja angkutan penumpang mengalami penurunan dibanding tahun 2019. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi global pandemi Covid-19, dimana Pemerintah mengeluarkan kebijakan diantaranya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), pengetatan perjalanan sampai dengan pelarangan melakukan perjalanan (mudik). Kebijakan ini tentunya sangat berpengaruh terhadap jumlah orang yang melakukan perjalanan menggunakan transportasi umum khususnya kereta api.

    Data Angkutan Penumpang Tahun 2020

  2. Kinerja Angkutan Barang

    Sepanjang tahun 2020, volume Angkutan Batu Bara terangkut mencapai 32.585.158 ton atau turun 1,73% dibandingkan tahun 2019 sebesar 33.160.224 ton. Pendapatan dari Angkutan Batu Bara mencapai Rp5.132.633.216 atau turun dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp5.372.206.184.

    Pandemi COVID-19 menyebabkan perubahan Makroekonomi Nasional dan Internasional yang mengakibatkan turunnya permintaan Batu bara Internasional sehingga terjadi penurunan ekspor dan adanya permintaan penurunan volume angkutan PT Bukit Asam sejak awal Mei 2020 dikarenakan penurunan permintaan pasar.

    Sepanjang tahun 2020, volume Angkutan Barang lainnya yang terdiri dari dari angkutan semen, BBM, peti kemas, curah dan perkebunan, serta general cargo dan BHP mencapai mencapai 12.540.188 ton atau turun 13,28% dibandingkan tahun 2019 sebesar 14.460.979 ton. Pendapatan dari Angkutan Barang lainnya mencapai Rp1.168.954.636 atau turun dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp1.496.427.704.

    Data Angkutan Barang Tahun 2020

  3. Kinerja Non Angkutan

    Selama tahun 2020, pendapatan usaha non-angkutan terealisasi Rp1.163.317.509 atau turun 35,15% dibanding dengan realisasi tahun 2019 sebesar Rp1.793.728.369 merupakan pendapatan atas optimalisasi aset dan non angkutan lainnya (jasa teknis). Pendapatan ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, akibat pandemi Covid-19.