1. Program Kegiatan / Rencana Strategis Perusahaan
    Program Strategis yang difokuskan pada RKAP 2022, antara lain:
    1. Meningkatkan  peran  angkutan  barang  dalam  logistik  nasional,  dengan  tetap  mempertahankan kualitas pelayanan angkutan penumpangmelalui peningkatan integrase modal dan digitalisasi
    2. Mengoptimalkan operasi layanan kereta api yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan;
    3. Melakukan inovasi dalam efisiensi perawatan sarana dan prasarana kereta api;
    4. Memperhatikan  keamanan  dan  keselamatan  perjalanan  kereta  api  serta  penerapan  protokol kesehatan di lingkungan kereta api;
    5. Mendukung  peningkatan  daya  saing  bisnis  perusahaan  melalui  pengembangan talentyang berkualitas;
    6. Merencanakan dan melaksanakan investasi yang mendukung pencapaian rencana strategis jangka panjang perusahaan dengan berkoordinasi dengan seluruh stakeholders;
    7. Mengutamakan  efisiensi,  efektivitas,  dan  mengoptimalkan  pendanaandalam  menjalankan  proses bisnis perusahaan.

  2. Kalender Kegiatan/ Kerja
  3. Rencana Kerja dan Anggaran
  4. Jadwal Perjalanan Kereta Api
  5. Kewajiban Pelayanan Umum atau Subsidi 

    Kewajiban Pelayanan Umum/Publik atau disebut juga dengan PSO (Public Service Obligation) merupakan subsidi dari Pemerintah karena adanya perbedaan harga pokok penjualan BUMN/swasta dengan harga yang ditetapkan Pemerintah agar pelayanan produk atau jasa terjamin dan terjangkau oleh publik.

    Realisasi Penyaluran PSO/Subsidi Tahun 2021



    Realisasi Penyaluran PSO/Subsidi Tahun 2022 Semester I



  6. Kegiatan Penugasan Pemerintah


    Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB)

    Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) merupakan salah satu proyek penugasan pemerintah yang diatur melalui PP Nomor 107 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat antara Jakarta dan Bandung, yang diubah dengan PP Nomor 93 Tahun 2021.

    Pembangunan proyek KCJB dilakukan melalui skema kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Tiongkok. Penyelenggara proyek dari Pemerintah Indonesia terdiri dari konsorsium beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Wijaya Karya (Wika), PT Perkebunan Nusantara VIII, dan PT Jasa Marga. Secara proporsional, KCIC dimiliki Beijing Yawan HSR Company Limited (konsorsium BUMN Tiongkok) sebesar 40 persen dan PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) yang merupakan konsorsium BUMN Indonesia sebesar 60 persen.

    Susunan konsorsium PSBI sesuai Peraturan Presiden Nomor 107 Tahun 2015, PT Wijaya Karya Tbk menjadi sponsor utama sekaligus inisiator. Kemudian, PT Kereta Api Indonesia (25 persen), PT Perkebunan Nusantara VIII (25 persen) dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (12 persen).

    Kereta cepat Jakarta-Bandung memiliki 4 stasiun pemberhentian di Halim Perdanakusuma, Karawang, Padalarang dan Tegalluar. Proyek ini memiliki panjang 142,3 km. Pembangunan proyek ini dimulai pada tahun 2015 dan diperkirakan akan selesai pada tahun 2023. Total, proyek ini menghabiskan biaya sebesar Rp91.419 miliar, dan dana Rp21.783 miliar diantaranya berasal dari konsorsium BUMN.

    Dalam perjalanannya, pembangunan KCJB mendapatkan bantuan berupa PMN (Penyertaan Modal Negara) sebesar Rp4,3 miliar. Proyek KCJB juga mendapatkan bantuan pinjaman sebesar Rp65.336 miliar. Nilai kurs proyek KCJB menggunakan nilai kurs APBN 2022 sebesar Rp14.350.

    Hingga saat ini, prgress fisik pembangunan KCJB telah mencapai 76,04% dan progress keuangannya mencapai 76,02%. 

    Proyek KCJB menggunakan teknologi transportasi yang pertama kalinya ada di Asia Tenggara. Oleh karena itu faktor keselamatan KCJB menjadi perhatian utama, karena untuk pertama kalinya teknologi kereta cepat ini bakal dimiliki oleh Indonesia.

    Spesifikasi tipe kereta yang akan dioperasikan adalah CR 400AF dengan tegangan listrik sebesar 25Kv 50Hz, sedangkan tenaga yang dibutuhkan mencapai 9.750 kW. Kecepatan maksimum kereta ini mencapai 400 kilometer/jam. Beban angkut mencapai 17 ton per excel. Panjang rangkaian mencapai 208 meter.

    Gerbong kereta ini terdiri dari kelas VIP hanya 18 tempat duduk, kelas I sebanyak 28 tempat duduk, sedangkan kelas II hampir mencapai 555 tempat duduk. Konfirgurasi tempat duduk setiap kelasnya pun dibuat berbeda untuk menciptakan kenyamanan di kelasnya.

    Kereta ini akan sepenuhnya dioperasikan oleh SDM Indonesia dengan rencana awal sebanyak 100.000 perjalanan dan mengangkut 6.000 penumpang per hari. SDM Indonesia terlibat sepenuhnya dan berlaku setelah operasional kereta cepat.



    Proyek LRT Jabodebek

    Proyek LRT Jabodebek dilaksanakan berdasarkan Perpres No.98/2015 Tanggal 2 September 2015 Tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi.

    PT Adhi Karya ditugaskan untuk membangun Prasarana yang meliputi konstruksi rel kereta, stasiun dan fasilitas pengoperasian lainnya. Sedangkan operator untuk pengoperasian akan melalui proses tender berdasarkan Pasal 16 dari Perpres No. 98/2015. Kemudian Perpres No. 65/2016 ditetapkan sebagai revisi dari Perpres No. 98/2015 dan mengatur bahwa KAI telah ditetapkan sebagai penyelenggara sarana, pengoperasian perawatan prasarana  serta sistem e-ticketing LRT Jabodebek.

    Lalu diterbitkan kembali Perpres No. 49/2017 ditetapkan sebagai revisi kedua atas Perpres No. 98/2015, dan mengatur bahwa KAI adalah penyelenggara prasarana (pembangunan oleh PT Adhi Karya) dan penyelenggara sarana. Pemerintah melakukan pembayaran atas pembangunan Prasarana yang dibangun oleh PT Adhi Karya melalui APBN dan/atau dilakukan Pemerintah melalui PT KAI.

    Lokasi operasi LRT Jabodebek seperti pada gambar berikut:


               

     

  7. Laporan Survey Kepuasan Pelanggan
    a. Tahun 2020
    b. Tahun 2021 Semester I 
    c. Tahun 2021 Semester II
    d. Target dan Realisasi Kepuasan Pelanggan 2016 - 2024 

  8. Channel Pemesanan Tiket KA melalui Online KAI

    PT KAI mengembangkan channel pemesanan tiket kereta api melalui online untuk mempermudah calon penumpang dalam mendapatkan tiket KA tanpa harus mengantri di stasiun KA

    Channel pemesanan tiket KA tersebut yaitu :

    1. Internet Reservasi
      Pemesanan tiket melalui internet melalui situs resmi PT KAI : website kai.id Tata cara melakukan pemesanan tiket melalui internet

    2. Aplikasi KAI Access

      Aplikasi KAI Access adalah aplikasi mobile resmi KAI yang menyediakan layanan pembelian tiket kereta api dan memiliki fitur tambahan untuk kemudahan dan kenyamanan pelanggan KAI dalam pemesanan, pembelian, pembatalan, dan penjadwalan ulang (reschedule) tiket kereta api.

      Aplikasi ini juga memuat berbagai informasi seputar perkeretaapian, dan terdapat fitur pemesanan makanan dan minuman di atas kereta api.

      Aplikasi KAI Access bisa diunduh di Google Play Store dan App Store.

    3. Contact Center 121

      Pemesanan tiket KA dapat juga dilakukan melalui panggilan telepon nomor 121 (PSTN) atau 021-121 (GSM) dan memesan tiket sesuai KA yang dikehendaki sampai dengan 24 jam sebelum keberangkatan KA.

      Tatacara melakukan pemesanan tiket melalui Contact Center 121 

  9. Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)

    Informasi tentang TJSL KAI

    Program CSR

    Laporan TJSL KAI 2021

  10. Pedoman Penyelenggaraan Praktek Kerja Lapangan, Survey, Observasi, Penyebaran Kuisoner dan Penelitian di Lingkungan PT KAI

  11. Informasi Rekrutmen Pegawai PT KAI

    Tahapan rekrutmen pegawai PT KAI

    Informasi rekrutmen pegawai PT KAI